Header Ads

Banner_KPU

Pemilih 2014 Kota Tangerang 1.249.343 Jiwa

MEDIA CENTRE-Sebanyak 1.249.343 Jiwa ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT). Mereka berhak menyalurkan suaranya di pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang. Hal itu berdasarkan hasil sidang pleno KPU Kota Tangerang, Jumat (13/9).

Acara sidang yang digelar di aula Sekretariat KPU Kota Tangerang di Jalan Nyimas Melati, No 16, Kota Tangerang pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh 13 panitia pemilih kecamatan (PPK), unsur partai politik (Parpol) serta Panwaslu Kota Tangerang.

Ketua KPU Kota Tangerang Syafril Elain mengatakan, sehari sebelum disidang plenokan, KPU Kota Tangerang juga telah melakukan prasidang  pleno.

"Pada prasidang pleno ada satu keluraha yang memeng belm rampng DPTnya. Hal itu lantaran masalah teknis," ujarnya.

Jumah DPT yang di plenokan ini, sambung Syafril, terdiri dari 635.001 pemilih laki-laki dan 614.342 pemilih perempuan.

"Jumlah pemilh terbanyak yaitu ada di Kecamatan Tangerang yakni, 113.654 orang disusul Kecamatan Karawaci 125.466 pemilih, Cibodas 109.716 pemilih dan Periuk 90.168 pemilih," terang Syafril.

Sementara, lanjutnya, untuk Kecamatan Jatiuwung 75.488 pemilih, Batuceper 67.746 pemilih, Neglasari 78.366 pemilih, Benda 61.179 pemilih, Cipondoh 143.593 pemilih, Pinang 109.125 pemilih, Ciledug 90.402 pemilih, Karang Tengah 82.122 pemilih, Larangan 102.328 pemilih.

"Jumlah TPS untuk Pemilu 2014 mendatang sebanyak 3.218 unit yang tersebar di 104 Kelurahan di Kota Tangerang," urainya.

Mantan Ketua Panwaslu Kota Tangerang itu menegaskan, jumlah DPT untuk 2014 ini lebih besar dari jumlah DPT saat Pilkada Kota Tangerang 31 Agustus 2013 kemarin. Jumlag DPT Pilkada itu 1.161.855 pemilih dengan jumlah TPS sebanyak 2.938 unit.

"Kondisi ini disebabkan Pilkada hanya untuk warga Kota Tangerang saja, sedangkan untuk Pileg, kami mendata seluruh penduduk yang berdomisili di Kota Tangerang," ujarnya.

Masih kata Syafril, jika masih ada masyarakat yang belum terdaftar dalam DPT, dan merujuk pada keputusan Makamah Konstitusi (MK), dimana warga tetap boleh mencoblos di TPS-nya dengan syarat harus menunjukkan KTP dan kartu keluarga (KK).

"Selain itu, harus datang satu jam sebelum waktu pencoblosan berakhir," imbuh Syafril. (mc)