KPU Banten Tetapkan No Urut 5 Resmi Jadi Walikota-Wakil Walikota Tangerang

MEDIA CENTRE-Pasangan nomor urut 5, Arief R Wismansyah-Sachrudin telah resmi sebagai Walikota-Wakil Walikota Tangerang terpilih. Hal itu berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara manual di 13 kecamatan oleh KPU Banten di Hotel Ollive, Karawaci, Jumat (6/9). Pasangan yang diusung Partai Demokrat, Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu suaranya unggul dari empat pasangan lainnya.  

Kendati demikian, keunggulan itu kurang disetujui oleh tiga pasangan calon yang menjadi rivalnya saat Pilkada Kota Tangerang 2013 ini. Alhasil saksi dari tiga pasangan calon itu tidak mau menandatangi (teken) hasil rekapitulasi yang digelar sejak pukul 13.30-17.00 WIB itu. 

Mereka yang kurang berkenan itu yakni, pasangan nomor urut 1, Harry Mulya Zein (HMZ)-Iskandar, pasangan saksi nomor urut 2, Abdul Syukur-Hilmi Fuad dan nomor urut 3, Dedi Swandi "Miing" Gumelar-Suratno Abubakar. Sedangkan yang menandatangi adalah Dasep Sedianya yang merupakan saksi dari pasangan Arief-Sachrudin saksi pasangan nomor urut 4, Ahmad Marju Kodri (AMK)-Gatot Suprijanto.

Diketahui, pasangan nomor urut 1 serta nomor urut 3 beserta saksinya tidak tidak hadir dalam acara tersebut. Sedangkan saksi pasangan nomor urut 2 hadir namun pasangan calonnya yang tidak hadir. Untuk itu, dari 10 kursi yang dipersiapkan untuk lima pasangan calon kontestan Pilkada Kota Tangerang 2013, hanya terisi oleh calon walikota nomor urut 4, Ahmad Marju Kodri (AMK) dan calon wakil walikota dari pasangan bernomor urut 5, Sachrudin.

Menurut Hozbeni Gonjala, pihaknya tidak meneken hasil rekapitulasi perolehan suara di 13 kecamatan yang ada di Kota Tangerang lantaran penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah itu ditengarai cacat hukum.

"Kami menganggap Pilkada Kota Tangerang ini cacat hukum. Untuk itu dapat dikatakan melanggar aturan Pemilu dan bila pihak kami menyetujui berarti setuju dan terjadi pembiaran," ungkapnya.
 
Kendati tidak diteken oleh saksi dari tiga pasangan calon, KPU Banten tetap sah dan pasangan nomor urut 5, Arief-Sachrudin dinyatakan sebagai pemenang sekaligus Walikota-wakil Walikota Tangerang terpilih periode 2013-2018.

Ketua KPU Banten, Agus Supriatna yang memimpin rapat pleno terbuka itu menyatakan, tahapan Pilkada Kota Tangerang 2013 ini tidak bermasalah dan sudah sesuai dengan jadwal.

“Tahapan sudah baik, lancar dan sesuai jadwal. Hasil rekapitulasi rapat pleno untuk 13 kecamatan ini juga sudah dianggap sah, walaupun beberapa pasanagn calon dan saksi tidak menandatangi. Ini sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya. 

Dia juga menegaskan, sesuai dengan perhitungan kembali secara manual perolehan suara di 13 kecamatan seperti tertulis dalam lampiran DA1.KWK.KPU.

"Pasangan nomor urut 5 ini mendapat perolehan suara mayoritas di 11 kecamatan, karena untuk 2 kecamatan seperti Pinang dan Ciledug diungguli oleh pasangan nomor urut 2, Abdul Syukur-Hilmi Fuad," kata Agus.

Ditambahkan komisioner KPU lainnya, Syaiful Bahri, pasangan Arief-Sachrudin secara total memperoleh 340.810 suara atau 48,01 persen. Peringkat keduanya pasangan nomor urut 2, 187.003 suara atau 26,34 persen disusul pasangan Dedi Swandi "Miing" Gumelar-Suratno Abubakar yang bernomor urut 3 dengan 121.375 suara atau 17,10 persen, kemudian pasangan nomor urut 1, Harry Mulya Zein (HMZ)-Iskandar 45.627 suara atau 6,43 persen dan terakhir pasangan nomor urut 4, Ahmad Marju Kodri (AMK)-Gatot Suprijanto dengan 15.060 suara atau 2,12 persen.

Sachrudin, pasangan duet Arief R Wismansyah yang bernomor urut 5 merasa bersyukur sekali mendapat dukungan dan kepercayaan terhadap dirinya serta pasangannya untuk memimpin dan melanjutkan pembangunan kota yang memiliki motto akhlakul karimah ini. 

"Alhamdulliah saya bersyukur sekali dan saya berjanji untuk melaksanakan amanat masyakat Kota Tangerang untuk  melanjurkan membangun kota tercinta ini," singkatnya.

Terpisah, Panwaslu Kota Tangerang menyesalkan tiga saksi pasangan calon yang tidak menandatangani berita acara dalam rapat pleno rekapitulasi itu 

“Rekapitulasi kalau dilihat dari sisi Panwaslu, saya menyesalkan para saksi pasangan calon yang tidak menandatangani, karena tanda tangan itu adalah hak dan berarti mereka tidak memanfaatkan haknya dengan baik," ujar Takhono, Ketua Panwaslu Kota Tangerang.

Dia menegaskan, dengan ditandatangani atau tidak ditandatangani oleh para saksi itu tetap proses rapat pleno rekapitulasi perolehan suara oleh KPU Banten itu tetap dinyatakan sah dan telah sesuai dengan aturan Pemilu. Secara tidak langsung dengan tindakan mereka itu telah merugikan diri mereka sendiri.

"Penandatanganan itu hanya sebuah proses admini trasi namun, secara aturan itu telah sah karena semua telah menyaksikan bila tidak ada permasalahan dalam proses penghitungan yang dilakukan KPU Banten," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Takhono juga mengutarakan, pihaknya sedang melakukan proses penanganan lima kasus dugaan pelanggaran Pilkada Kota Tangerang dari 26 pengaduan dari masyarakat serta temuan Panwaslu sendiri. Sedangkan yang tidak ditindaklanjuti sebanyak empat laporan dan tiga laporan lagi dicabut lantaran baik saksi maupun pelapor tidak menyaksikan langsung pada saat kejadian.

"Para saksi dan pelapor yang kita (Panwaslu, red) panggil untuk diklarifikasi mengaku tidak tahu yang sebenarnya karena mereka hanya mendapatkan kiriman foto dan disuruh melapor ke Panwaslu," tukas pria berkacamata dan memiliki kumis tebal itu, seraya menambahkan, terdapat satu laporan juga yang tidak belum ditindak lanjuti karena pelapor belum juga dapat hadir walaupun telah berkali-kali dilayangkan surat undangan terhadapnya, sedangkan kasus yang telah selesai ditangani sebanyak 15 kasus.(mc)
Share on Google Plus

About KPU Kota Tangerang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment