.:: Selamat Datang di Website Resmi Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang ::.

Rabu, 17 Juli 2013

Hasil Pleno KPU, 4 Pasang MS dan 1 TMS

TANGERANG-KPU Kota Tangerang telah selesai melakukan rapat pleno hasil penelitian lima pasang bakal calon (balon) kontestan Pemilukada 2013. Dengan kajian matang hanya empat  pasang diputuskan memenuhi syarat (MS) dan lengkap.

Mereka adalah pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad yang diusung Partai Golakar-Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-PKPB, Arief R Wismansyah-Sachrudin diusung Partai Demokrat-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)-Partai Gerindra, Harry Mulya Zein (HMZ)-Iskandar Zulkarnaen diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP)-Partai Partai Kebangkitan Nasional (PKNU)-Partai Hanura dan yang terakhir pasangan Tb Dedy Swandi Gumelar alias Miing Bagito-Suratno Abubakar yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)-Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua KPU Kota Tangerang Syafril Elain mengutarakan, pihaknya rapat pleno, Sabtu (13/7), mulai pukul 14.00 WIB, istirahat satu jam pada saat berbuka puasa. Pukul 22.00 WIB ini baru dapat diputuskan.

"Keempat pasangan itu secara administrasi  dari hasil penelitian berkas administrasi faktual dinyatakan telah lengkap seluruhnya," ungkap Syafril saat menggelar jumpa pers di kantornya.

Kendati demikian pasangan HMZ-Iskandar Zulkarnaen, kata Syafril, walau MS dan lengkap tetapi diberikan cacatan. Karena terkait  ke-pegawaian negeri sipil (PNS)nya. Diketahui bersama HMZ masih menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang aktif.

Hal yang serupa, lanjutnya, diperuntukan terhadap pasangan Arief R Wismansyah-Sachrudin.  Sachrudin posisinya masih menduduki jabatan Camat Pinang, Sachrudin belum mendapat surat persetujuan dari Walikota Tangerang Wahidin Halim (WH) selaku atasan untuk mundur dari jabatannya.

“Posisinya, Sachrudin sama dengan HMZ, kami masih menunggu hingga 23 Juli. Mengapa 23 Juli? Karena sesuai dengan tahapan Pemilukada adalah jadwal penetapan pasangan calon. Jadi dua pasangan tersebut apabila tidak ada  persetujuan atasan  terancam TMS," tutur Syafril.

Dalam hal ini Syafril menguraikan, dikarenakan adanya masukan dari masyartakat, KPU sebelumnya melakukan langkah klarifikasi ke Walikota Tangerang dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangerang, namun hingga detik ini belum ada jawaban. Kendati begitu, pihaknya tidak mau berburuk sangka.

"Makanya KPU memberikan cacatan kepada  dua pasangan balon itu," tukasnya.

Syafril juga menegaskan, bila dari sisi KPUnya,  surat izin dari atasan untuk para PNS yang mencalonkan diri dalam Pemilukada ini tidak bermasalah dan telah selesai, karena itu urusan internal PNS. Syarat di KPU telah dicukupi oleh keduanya pada saat mendaftar dengan mencantumkan bersedia mundur dari jabatannya. Namun, bila surat izin dari atasannya pun tidak dikirimkan ke KPU justru hal ini yang paling berpengaruh si balon itu TMS.

"Terlebih soal kepegawaian HMZ dan Sachrudin itu ada masukan dari masyarakat, karena dalam aturan bila memang ada masukan dari masyarakat, maka KPU harus melakukan klarifikasi. Khawatir dapat bermasalah pada kemudian hari," paparnya.

Sedangkan pasangan Ahmad Marju Kodri (AMK)-Gatot Suprijanto, ungkap Syafril, dinyatakan TMS. Karena Direktur PDAM Tirta Benteng-mantan Kadisporbudpar Kota Tangerang itu kuota suara sah dari partai pengusungnya tidak memenuhi 15 persen, sesuai aturan yang berlaku.

Pasalnya, tambah Syafril, Partai Buruh yang memiliki suara sah 1.082 dan Partai Persatuan Nahdatul Umah Indonesia (PPNUI) 172 suara sah itu tidak terdaftar dalam pendaftaran pengusungan balon ketika pertama kali mendaftar. Jadi suara mereka hangus.

"Ditambah lagi suara sah Partai Hanura 35.591. Jadi suara pasangan AMK-Gatot berkurang sebanyak 38.394 dari suara asal yakni, 112.462. Jumlah suara sah hasil penelitian KPU sekarang ini adalah 74.068, berarti  tidak memenuhi  syarat 15 persen suara sah yakni, 104.910," beber Syafril.

Mengenai Partai Hanura, Syafril mengaku, klarifikasi DPP Partai Hanura melalui suratnya menyatakan, menyerahkan sepenuhnya ke KPU asalkan sesuai aturan yang berlaku. Kalimat itu ada pada butir lima dari surat klarifikasinya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, KPU melakukan klarifikasi ke  DPC Partai Hanura Kota Tangerang, dan mereka menegaskan mendukung HMZ-Iskandar.

"Selanjutnya, ke-empat pasangan balon  akan menjalani pemeriksaan kesehatan yang dimulai 14-20 Juli 2013," tutup Syafril. (relis)