Header Ads

Banner_KPU

Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, KPU Teken MoU dengan FRI


Jakarta, kpu.go.id- Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan sosialisasi dalam Pemilu DPR, DPD, dan DPRD serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik  bersama Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2013 Laode M. Kamaluddin  menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) dalam konvensi kampus IX dan temu tahunan XV Forum Rektor Indonesia bertempat di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Jumat (18/1).
Penandatangan MoU antara KPU dan FRI yang bernomor 04/KB/KPU/Tahun 2012 dan 0302/FRI-C2/I/2013 tentang Pendidikan Pemilih dalam Rangka Peningkatan Partisipasi Masyarakat Pada Pemilu 2014, disaksikan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Boediono, Anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Anggota DPRD Provinsi Jateng, serta perwakilan 300 kampus seluruh Indonesia.

Menurut ketua FRI Laode M Kamaludin, kampus tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga turut memajukan demokrasi di Indonesia ini.

"Makna strategis dari pertemuan dari tanggal 17 - 19 Januari adalah dengan ditandanganinya kesepakatan ini, maka kita berharap bahwa kampus tidak hanya  sebagai penonton, tetapi turut dari pusat sampai daerah berpartisipasi dalam memajukan demokrasi di tanah air ini," ungkap Laode yang juga sebagai Rektor Universitas Islam Sultan Agung.

Selain itu, dalam sambutannya Wapres Boediono mengungkapkan tahun 2013 dan 2014 akan disibukkan oleh kegiatan politik,  Diharapkan kepada FRI dapat mengawal proses tersebut.

"Tahun 2013 dan 2014 akan disibukkan oleh kegiatan politk menuju pemilihan wakil rakyat di parlemen dan presiden dan wakil presiden serta pemilukada di berbagai daerah. Seperti di waktu-waktu lalu, Forum Rektor Indonesia diharapkan juga akan ikut mengawalnya", ujar Boediono.

Siklus yang kita lalui, lanjut Boediono, membawa peningkatan kualitas pada demokrasi kita. Di dunia internasional, reformasi dan transisi demokrasi kita mendapatkan penilaian dan apresiasi yang tinggi.

"Tapi itu tentu tidak boleh membuat puas diri, karena kita sendiri yang berada di dalam pusaran proses itu, tahu dan merasakan bahwa banyak hal yang masih harus kita mantapkan, kita tata dan luruskan. Suatu work progress yang penuh tantangan," ujarnya.

Sebelumnya KPU juga telah melakukan penandatanganan MoU dengan Kemenlu dan Polri sebagai bagian dari menyukseskan Pemilu Tahun 2014. Hal ini terkait dengan salah satu upaya meningkatkan kualitas Pemilu menjadi lebih baik dari pemilu sebelumnya. (Ook/red)