Targetkan DPT Tak Lagi Jadi Objek Sengketa


Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menargetkan persoalan data pemilih tidak lagi menjadi objek sengketa hasil pemilihan umum (pemilu). Partai politik diharapkan tidak lagi menggunakan logika bahwa problem daftar pemilih menjadi penyebab kekalahan partai mereka.

“Proses penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) melibatkan partisipasi peserta pemilu dan masyarakat. DPS akan kita serahkan kepada pengurus partai di tingkat kecamatan untuk dicermati dan diberi masukan. Tapi biasanya saat penyusunan DPS, partai tidak banyak terdengar, Justru ributnya pas selesai pemilu,” ujar Ketua KPU RI Husni Kamil Manik, Senin (21/1) saat menjadi narasumber dalam rapat kerja nasional (rakernas) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Husni mengatakan partai politik yang akan mendapatkan soft copy DPS hanya partai politik yang memiliki struktur kepengurusan di tingkat kecamatan. “Yang tidak punya pengurus otomatis tidak diberikan DPS. Kalau mau dapat DPS, parpol harus memiliki struktur pengurus di seluruh kecamatan di Indonesia,” ujarnya.

Husni menyakini data pemilih pada pemilu 2014 akan lebih akurat dibanding data pemilu sebelumnya. Hasil perekaman data KTP elektronik menujukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah pemilih dari 171 juta orang menjadi 173 juta orang. “Dengan program e-KTP, kita berharap akurasi datanya lebih terjamin,” ujarnya.

Terkait daerah pemilihan untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, Husni mengatakan pihaknya sampai saat ini belum memutuskannya. Partai politik, kata Husni dapat mengajukan rancangan dapil ke KPU di daerahnya masing-masing. “Masih ada kesempatan untuk memberikan masukan, silahkan saja disampaikan,” ujarnya.

Mantan Anggota KPU Sumbar ini menegaskan untuk daerah pemilihan (dapil) yang sudah settle tidak menjadi prioritas untuk ditata ulang. Untuk pemilu 2014, penataan dapil berbeda dengan pemilu sebelumnya. Dapil untuk pemilu 2014, untuk DPR RI yakni provinsi, kabupaten/kota atau gabungan kabupaten/kota.

Untuk dapil DPRD Provinsi adalah kabupaten/kota atau gabungan kabupaten/kota. Sementaa untuk dapil DPRD kabupaten/kota dapat menggunakan kecamatan atau gabungan kecamatan. “Jadi dapil untuk pemilu 2014 boleh membelah wilayah administratif pemerintahan,” ujarnya.

Misalnya jika satu kota atau kabupaten, alokasi kursi untuk DPRD Provinsinya melebihi batas maksimal yakni 12 kursi maka kabupaten/kota itu dapat dibelah menjadi dua dapil. Tapi pecahan kabupaten/kota tidak dapat digabung dengan kabupaten/kota lain, kecuali ada satu kabupaten/kota yang tidak dapat berdiri sendiri.

Prinsip berikutnya, apabila satu kabupaten/kota dapat membentuk satu dapil provinsi tetapi jika digabung dengan kabupaten/kota lain dapat membentuk satu dapil maka gabungan kabupaten/kota tersebut yang ditetapkan menjadi dapil.

Husni juga meminta partai politik memahami betul aspek keterwakilan perempuan dalam pengajuan calon anggota legislatif. Sebab ada kewajiban untuk pengusulan calon DPR RI dan DPRD Provinsi, harus memenuhi sekurang-kurangnya 30 persen keterwakilan perempuan. “Dan harus ada satu bakal calon perempuan di setiap tiga bakal calon yang diusulkan,” jelas Husni.

Untuk DPR RI misalnya jika parpol mengajukan calon di setiap dapil 1 sampai 4 orang maka harus menyertakan perempuan minimal satu orang. Jika caleg yang diajukan 5 sampai 8 orang maka caleg perempuannya minimal 2 orang, Jika caleg yang diajukan 9 sampai 10 orang maka caleg perempuannya minimal 3 orang.

Kursi DPR RI berjumlah 560 kursi. Jika partai politik akan mengusulkan 100 persen di semua dapil maka harus menyiapkan 560 orang caleg untuk DPR RI dengan 168 perempuan. “Kalau melihat komposisi jumlah penduduk berdasarkan DAK2 yang kita terima dari Mendagri sebenarnya jumlah perempuan lebih banyak tapi untuk caleg kan pasti pilih-pilih juga, harus yang berkualitas,” ujarnya. (gd)
Share on Google Plus

About KPU Kota Tangerang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment