.:: Selamat Datang di Website Resmi Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang - Ingat Pemilu Legislatif Tanggal 9 April 2014 ::.

Selasa, 22 Januari 2013

Menjaring Caleg Berkualitas


 Jakarta, kpu.go.id- Forum diskusi mingguan di Gedung KPU, Jl. Imam Bonjol 29, Jakarta, Jumat (18/1) menghadirkan Komisioner KPU, Arief Budiman, Sekjen PAN, Taufik Kurniawan, Sekjen PPP, Roma Hurmuziy, dan pengamat politik dari Paramadina, Totok Sugiarto. Dalam kesempatan itu, para narasumber dari parpol memaparkan strategi partainya menjaring calon legislative yang berkualitas. 

Sekjen PAN menuturkan bahwa untuk mendapatkan caleg yang berkualitas, pihaknya menggunakan jalur ketokohan masyarakat. “Partai yang diawakili harus lebih berorientasi pada bagaimana upaya mengutamakan orang-orang yang ketokohannya diakui  oleh masyarakat, karena banyak orang popular dan dikenal, tetapi ketokohannya tidak kuat,” tuturnya.

Sementara itu, Sekjen PPP menyampaikan bahwa partai yang kini dinahkodai oleh Suryadharma Ali, memilih caleg karena empat hal, yaitu karena didikasi, integritas, loyalitas, dan kompetensi.  Ini dubutuhkan karena pemilu 2014 PPP menghadapi  tiga tantangan, yaitu pemilu langsung, hal ini mengubah pola interaksi, dimana adanya interaksi institusional menjadi interaksi personal. Tantangan berikutnya adalah biaya politik tinggi, dan tantangan terakhir adanya system multi partai. Sistem multi partai ini mengharuskan partai mempu membuktikan jargon yang diusungnya kepada masyarakat.

Di lain pihak pengamat politik, Totok Sugiarto dari paramadina mengungkapkan bahwa untuk mengetahui dan mendapatkan caleg berkualitas, harus dilihat dulu produk sebelumnya. ”Jika tidak ada produk berkualitas dari pemilu sebelumnya, maka harus ada perubahan mekanisme bagaimana menghasilkan legislator-legislator yang berkualitas,” paparnya.

Sementara itu, Arief Budiman, mengutarakan bahwa  terkait upaya mendapatkan caleg yang berkualitas, KPU hanya bertugas memverifikasi secara administrative. “Tugas KPU pada seleksi administrasi, menetapkan perolehan suara,  perolehan kursi, dan penetapan kursi untuk caleg, karena itu partai harus selektif memilih calegnya sesuai harapan, pungkas Arief mengakhiri diskusi. (ams/red. FOTO KPU/ie’am/hupmas)